About

Selasa, 01 April 2014

Kurikulum Pondasinya PAUD

Kurikulum adalah Pondasinya Suatu Lembaga PAUD

Menurut Undang Undang Sisdikan No.20 tahun 2003, kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu selama satu tahun
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Untuk memberikan pelayanan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak, perlu disusun kurikulum pendidikan anak usia dini.  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum PAUD disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) RI nomor 58 tahun 2009 tentang standar PAUD.
Standar PAUD merupakan bagian integral dari Standar Nasional Pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan karakteristik penyelenggaraan PAUD. Standar PAUD terdiri atas empat kelompok, yaitu: (1) Standar tingkat pencapaian perkembangan; (2) Standar pendidik dan tenaga kependidikan; (3) Standar isi, proses, dan penilaian; dan (4) Standar sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.
Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu 
kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan kurikulum PAUD memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1.       Sesuai dengan tahap pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak serta kebutuhan dan kepentingan terbaik anak
2.       Memperhatikan perbedaan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing anak
3.       Mengintegrasikan kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi, stimulasi psikososial, dan memperhatikan latar belakang ekonomi, sosial, dan budaya anak.
4.       Pembelajaran dilaksanakan melalui bermain, pemilihan metode dan alat-alat bermain yang tepat dan bervariasi, serta memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di lingkungan.
5.       Kegiatan pembelajaran dilakukan secara bertahap, berkesinambungan, dan bersifat pembiasaan.
6.       Pemilihan teknik dan alat penilaian disesuaikan kegiatan yang dilaksanakan.
7.       Kegiatan yang diberikan sesuai dengan karakteristik  dan kebutuhan perkembangan anak.

Pengelola kelompok bermain sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut: (1) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektoral serta tempat, (3) era informasi, (4) pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, (5) berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, (6) dan era perdagangan bebas.
Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh kelompok bermain, sehingga visi lembaga diharapkan  sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi merupakan citra moral yang menggambarkan profil lembaga yang diinginkan di masa datang. Namun demikian, visi lembaga harus tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Visi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan potensi yang dimiliki lembaga sebagai penyelenggara, dan harapan masyarakat yang dilayani lembaga.
Dalam merumuskan visi, pihak-pihak yang terkait (stakeholders)  bermusyawarah dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan lembaga serta peluang dan tantangan yang ada di sekitar lembaga, sehingga visi lembaga mewakili aspirasi berbagai kelompok yang terkait. Seluruh kelompok yang terkait (pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah) bersama-sama berperan aktif untuk mewujudkannya.Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat: (1) filosofis, (2) khas, (3) mudah diingat. Berikut ini merupakan visi yang dirumuskan oleh kelompok bermain Taman Adinda:
”Membentuk  anak usia dini yang cerdas, sehat, ceria, dan berakhlak mulia serta memiliki kesiapan fisik maupun mental dalam memasuki pendidikan dasar”.

Untuk mewujudkan visi di atas, Kelompok Bermain Taman Adinda memiliki beberapa misi yaitu :
a.      Mempersiapkan anak sedini mungkin agar kelak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar.
b.      Mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal.
c.      Memberikan layanan pengasuhan, perawatan dan pendidikan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak.
d.      Memberikan stimulasi dan intervensi pendidikan dengan mendeteksi perkembangan anak normal dan berkebutuhan khusus secara optimal.
Tujuan didirikannya Kelompok Bermain Taman Adinda adalah:
a. menyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang representatif  sesuai dengan tingkat perkembangan anak
b.  mengendalikan program dengan cara control quality dan asurancy quality
c.menyeragamkan persepsi tentang penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
d. memberi wacana yang jelas kepada para pengasuh, pembina dan pendidik tentang program PAUD.
Program kegiatan yang diterapkan di Kelompok Bermain Taman Adinda mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) RI Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program kegiatan belajar di Kelompok Bermain Taman Adinda meliputi dua program yaitu Program Kurikuler dan Program  Ekstra Kurikuler. Kedua Program  ini dalam pelaksanaan pembelajarannya diaplikasikan dengan model pembelajaran sentra bermain   yang berisi berbagai variasi kegiatan bermain sambilbelajar yang merupakan ciri dari pembelajaran yangberpusat pada anak (child oriented) yang dikelompokkan menjadi: (1) Bermain dalam rangka pembelajaran agama dan akhlak mulia.     (2) Bermain dalam rangka pembelajaran sosial dan kepribadian. (3) Bermain dalam rangka pembelajaran orientasi dan pengenalan pengetahuan dan teknologi. (4) Bermain dalam rangka pembelajaran estetika, dan (5) Bermain dalam rangka pembelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan. Ruang lingkup kedua program tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.       Program Kegiatan Kurikuler
Program kurikuler adalah program yang disusun berdasarakan tingkat pencapaian perkembangan anak dan disesuaikan dengan ciri khas Kelompok Bermain Taman Ananda. Program ini terdiri dari 5lingkup pengembangan, yaitu:
a. Pengembangan Moral dan Nilai Agama, meliputi pembiasaan perilaku positif, penanaman kemandirian dan disiplin serta pembinaan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ). Pengembangan ini mengarah pada pencapaian kecerdasan spiritual.
b.    Pengembangan Motorik, meliputi pengembangan motorik kasar, motorik halus, dan kesehatan fisik yang mengarah pada pencapaian kecerdasan body kinestetik.
c.    Pengembangan Kognitif, meliputi pengembangan pengetahuan umum  dan sains permulaan, konsep bentuk, warna, ukuran, dan pola, serta konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf yang mengarah pada pencapaian kecerdasan logika matematika dan kecerdasan visual spatial.
d.    Pengembangan Bahasa, meliputi menerima bahasa, mengungkapkan bahasa, dan keaksaraan agar anak mampu berkomunikasi secara aktif  dengan lingkungan. Pengembangan bahasa mengarah pada pencapaian kecerdasan linguistik.
e.    Pengembangan Sosio Emosional, meliputi pengembangan perasaan dan emosi serta pengembangan kemampuan sosial/sosialisasi untuk peningkatan kepekaan terhadap kehidupan bermasyarakat.Pengembangan ini mengarah pada pencapaian kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal dan naturalistik.
Setiap program pengembangan tersebut di atas (5aspek perkembangan) terdiri atas beberapa indikator kemampuan dasar yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajarannya, setiap kemampuan dasar yang diajarkan dikaitkan dengan tema yang berlaku untuk waktu tertentu. Tema ini kemudian  dijabarkan menjadi tema yang lebih khusus atau lebih spesifik (sub tema). Sub tema dipilih dan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama tim guru dengan memperhatikan lingkungan anak, kesukaan dan minat belajar anak serta disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas belajar.  Tujuan penggunaan tema adalah agar kegiatan belajar yang diciptakan dapat lebih bermakna (meaning full), menarik dan menyenangkan (fun & enjoyfull) serta dapat memperkaya pengalaman serta perbendaharaan kata anak.

2.       Program Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran, yang merupakan kegiatan pengayaan dari program kurikuler. Program ekstra kurikuler terdiri dari: melukis, menari, dan Iqro’ (bagi anak muslim)

3.       Sentra Bermain
Suasana belajar di kelompok bermain adalah suasana bermain sambil belajar, anak melakukan kegiatan bermain yang menyenangkan dan ia tidak merasakan bahwa sesungguhnya ia sedang belajar tentang berbagai hal. Kegiatan bermain yang dilakukan anak berada  dalam situasi belajar/situasi kelas yang informal, dimana anak diberikan kesempatan untuk memilih beberapa kegiatan pada sentra bermain yang sudah disiapkan guru.
Sentra bermain adalah area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, yang berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan dirancang terlebih dahulu.Sentra  memungkinkan anak untuk melakukan manipulasi terhadap berbagai objek, terlibat dalam role playing saling berbicara dengan teman-temannya, bereksplorasi, berinteraksi secara fisik, emosional, sosial dan secara kognitif serta kegiatan variatif yang menarik lainnya.
Sentra memberikan kesempatan pada anak untuk bermain baik secara individual, kelompok kecil maupun kelompok besar dan bahkan secara klasikal.  Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajar yang aktif dan interaktif. Kegiatan bermain dilakukan anak dalam kelompok kecil di sentra-sentra yang didalamnya terdapat berbagai material bermain. Setiap sentra bermain telah disiapkan oleh guru sesuai dengan aspek perkembangan yang akan diajarkan kepada anak, dengan jadual yang telah ditentukan. Semua kegiatan bermain diarahkan untuk pencapaian target yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak (child oriented).
Dengan menggunakan sentra bermain, anak akan terlibat secara aktif baik secara fisik maupun mental karena anak mendapatkan berbagai pengalaman belajar dengan melihat, mendengar dan mengerjakan secara langsung/praktek langsung (learning by doing).Berbagai sentra bermain  yang akan disiapkan adalah :
  a. Sentra ImTaq, berisi berbagai kegiatan untuk menanamkan nikai-nilai agama, keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang sederhana dan menyenangkan bagi anak mengingat bahwa pengenalan dan pemahaman terhadap agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkret bagi anak. Bahan-bahan yang disiapkan adalah berbagai bangunan ibadah berbentuk mini, alat-alat beribadah dan kitab berbagai agama, buku-buku cerita, gambar-gambar dan alat permainan lain yang bernuansa agama.
     b.Sentra Bermain Balok, berisi macam-macam balok dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk menciptakan bangunan yang dimajinasikan anak atau bangunan lain yang telah dikenal seperti rumah, kebun binatang, gedung perkantoran, jembatan dll. Melalui kegiatan membangun balok, anak mengembangkan kemampuan matematika/berhitung permulaan, kemampuan berpikir dan memecahkan masalah serta memperkuat daya konsentrasi.Benda-benda seperti mobil, truk, orang-orangan/boneka, hewan, kapal terbang, kain dapat ditambahkan sebagai pelengkap bermain balok.Benda-benda ini diberikan setelah anak selesai membuat bangunan dengan balok untuk kegiatan microplay.
 c.  Sentra Bermain Peran, memiliki berbagai pakaian dan asesoris yang mendorong anak untuk memperagakan apayang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari, membantu anak untuk memahami dunianya dan memainkan berbagai macam peran. Pemilihan berbagai benda/pakaian dan asesoris tergantung pada minat anak pada saat itu.Guru  menyiapkan berbagai perlengkapan bermain peran yang berbeda setiap minggu.
  d.Sentra Seni,dapat menimbulkan rasa senang, mengembangkan dan mengeksplorasi daya kreativitas anak, memacu komunikasi verbal dan non verbal, kepercayaan diri, perkembangan motorik halus dan kasar serta kemampuan intelektual anak melalui bahan-bahan baru dan pengalaman fisik secara langsung.Bahan-bahan yang digunakan antara lain; kertas, cat air, krayon, spidol, gunting, kapur, lilin, kain, potongan bahan/gambar untuk digunting dan ditempel dan bahan-bahan seni lainnya. Bahan alami juga dapat digunakan seperti kayu, daun-daun, pasir, batu, kulit telur dan lain-lain.
   e. Sentra Persiapan, meliputi berbagai kegiatan persiapan membaca permulaan, menulis permulaan serta berhitung permulaan untuk anak.Kegiatan persiapan ini harus dilaksanakan dalam suasana bermain.Bahan yang digunakan adalah buku-buku dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, menulis dan matematika.Berbagai kegiatan bermain di sentra ini dapat membantu anak belajar mencocokan, berhitung dan mengelompokkan serta menciptakan sendiri permainan yang mereka sukai dan berlatih kemampuan berbahasa. Sentra persiapanakan mengembangkan kemampuan intelektual anak, otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar keterampilan sosial seperti berbagi, bernegosiasi dan memecahkan masalah.
     f. Sentra Bahan Alam dan Sains, memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk menggunakan panca inderanya, dengan cara mengeksplorasi bahan-bahan alami, menciptakan, berpikir dan berkomunikasi serta melatih otot halus dan kasarnya. Kegiatan sains mencerminkan langsung minat anak terhadap kejadian-kejadian alamiah dan berbagai benda yang ditemukan anak.Konsep-konsep matematika, IPA, gagasan-gagasan ilmiah dan kreativitas juga dapat dikembangkan di sentra ini. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daun, ranting kayu pasir, batu, biji-bijian dll, sedangkan alat yang dapat digunakan diantaranya adalah sekop, saringan, kerucut, ember dll.
     g. Sentra Musik, dengan berbagai jenis alat musiknya, dapat  mengembangkan panca indera anak, memperkuat otot halus dan kasar serta mendorong kreativitasnya. Musik dapat dilakukan sepanjang hari aktivitas anak untuk menyatukan kegiatan belajar melalui bernyanyi, menggerakkan badan, bertepuk tangan, menari dan memainkan alat-alat musik atau menyimak dengan tenang.
h. Area Kegiatan di Luar Kelas (Out Door  Area), merupakan bagian yang penting dalam jadual kegiatan sehari-hari karena anak dapat belajar mengenal lingkungannya dan mengembangkan kecintaan terhadap lingkungan sehingga membantu anak memahami cara menempatkan diri di dunianya. Anak juga akan belajar ilmu pengetahuan alam, matematika, keterampilan sosial, serta  meningkatkan penggunaan otot-otot halus dan kasar ketika melakukan kegiatan di luar kelas.
Jenis-jenis sentra yang dipaparkan di atas tidak setiap hari digunakan. Guru dapat membuka2 - 3 sentra perhari disesuaikan dengan kebutuhan bermain anak sehingga anak lebih fokus bermain/belajar.

B.       Program Kegiatan Tahunan
Program kegiatan tahunan di Kelompok Bermain Taman Adinda dilaksanakan dengan kegiatan yang bervariasi yang meliputi :
1.       Kunjungan luar, yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengunjungi tempat sumber belajar secara langsung untuk mendapatkan informasi/pengetahuan yang menunjang materi belajar.Kegiatan ini bermanfaat bagi perkembangan nalar anak, memenuhi rasa ingin tahu dan perkembangan sosial anak.Kunjungan luar terdiri dari :
a. Kunjungan Kecil, berupa kunjungan ke lingkungan sekitar kelompok bermain, misalnya kunjungan ke Taman, Masjid, Kantor Polisi, Kantor Pos, Pemadam Kebakaran, stasiun Kereta Api  dll.
b. Kunjungan Besar, dilakukan ke tempat yang cukup jauh dan membutuhkan waktu khusus serta transportasi untuk anak didik.
2. Pengenalan Profesi, yakni kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengundang narasumber dari profesi tertentu untuk memberikan penjelasan dan peragaan secara langsung dihadapan anak didik tentang suatu materi pelajaran yang sedang dibahas berkaitan dengan profesi tersebut. Contohnya adalah pengenalan profesi Dokter, Tukang Pos, Polisi, Kepala Desa, Pedagang, dll.
 3. Peringatan Hari Besar,yaitu kegiatan peringatan hari-hari besar, yang dilakukan dengan berbagai macam kegiatan seperti perlombaan, panggung seni, parade karya  dan lain-lain. Mislanya peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Kartini, Hari Pendidikan Nasional, dll.
 4. Bakti Sosial, kegiatan sosial yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial pada anak didik, yaitu dengan memberi bantuan kepada masyarakat sekitar kelompok bermain yang membutuhkan bantuan, seperti sumbangan sembako untuk fakir miskin, korban bencana alam,  atau sumbangan alat sekolah untuk anak-anak tidak mampu.
 5. Partisipasi Orangtua, yaitu kegiatan melibatkan orangtua murid untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sebagai narasumber, guru pendamping atau guru bantu dll. Misalnya orang tua membantu membimbing anak didik dalam praktik memasak sederhana ( fun cooking ), menghadiri acara khusus di kelompok bermain, mengisi buku penghubung, memberi saran dan usul pengembangan dan peningkatan kelompok bermain, dll.
6. Pemeriksaan Kesehatan, bertujuan menumbuhkan kesadaran hidup sehat serta mengakrabkan anak pada profesi paramedis.Terdiri dari pemeriksaan gigi dan pemeriksaan umum.
7. Sumbangan Sosial & Tabungan, dilakukan setiap seminggu sekali untuk melatih anak beramal secara konkrit dan berjiwa sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kaum dhuafa’ (fakir miskin). Kegiatan menabung dilakukan tiap seminggu sekali, dimaksudkan untuk melatih anak bersikap hemat dan belajar menunda keinginan untuk mendapatkannya di waktu lain.
8. Pemutaran Film Edukatif, yaitu kegiatan belajar dengan menggunakan media audio visual televisi/film yang memiliki tema/topik acara sesuai dengan materi pembelajaran.
9. Aneka Lomba, dilakukan untuk menumbuhkan persaingan sehat pada anak, melatih  kecepatan berpikir dan bertindak, melatih diri menghadapi dan menghargai kawan satu tim atau lawan pertandingan.
10. Pameran Karya, dilakukan untuk menanamkan kepercayaan diri dengan ditampilkan karyanya di depan kelas, sehingga menumbuhkan konsep diri yang positif dan memotivasi anak untuk mengembangkan kreativitasnya.
11. Panggung Seni / Pentas Anak, dilakukan untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri anak untuk tampil di muka umum, serta menunjukkan kemampuan dan keterampilannya.
Kegiatan - kegiatan di atas ditentukan oleh tim guru untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu dalam 1 tahun pelajaran apakah di semester 1 atau semester 2, Kegiatan dilakukan secara berkesinambungan dengan program belajar (indikator kemampuan) dan tema pembelajaran yang telah ditentukan.  Kegiatan-kegiatan ini merupakan kegiatan besar, sehingga membutuhkan persiapan yang matang.Persiapan dapat dibuat dalam bentuk perencanaan kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh personil kelompok bermain (guru, pengelola,anak didik, dan orangtua murid).
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup  permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di Kelompok Bermain Taman Adinda mengacu ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah dan kebutuhan kelompok bermain sendiri.
Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender pendidikan yaitu sebagai berikut :
-      permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun.
-      minggu efektif belajar merupakan penjadwalan layanan pembelajaran yang disediakan oleh penyelenggara.  Penyelenggara dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan kebutuhannya.
-      waktu pembelajaran efektif diperhitungkan sesuai dengan waktu pencapaian indikator masing-masing lingkup perkembangan.
-      waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur Kejar ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
-      waktu libur dapat berbentuk  libur antara satuan waktu pencapaian indikator perkembangan, libur akhir tahun pelajaran, hari libur nasional.
-      libur antara satuan waktu pencapaian indikator perkembangan, libur akhir tahun pelajaran digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
-      Libur keagamaan lebih panjang  tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.










0 komentar:

Posting Komentar